Teknik pewarnaan kain terus berkembang seiring dengan munculnya berbagai inovasi di bidang fashion. Salah satunya adalah fabric crayon, yaitu teknik pewarnaan dengan menggunakan crayon khusus yang dapat diaplikasikan pada permukaan kain. Teknik ini memungkinkan berbagai motif dibuat secara manual pada produk seperti T-shirt, tas, topi, sepatu, selimut, dan kerudung.
Pemilihan bahan kain menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan warna yang baik. Setiap jenis kain memiliki karakteristik serat dan kemampuan menyerap warna yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini membandingkan hasil pewarnaan fabric crayon pada T-shirt berbahan cotton combed, tetoron cotton, dan polyester campuran.
Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan hasil pewarnaan serta menentukan bahan yang memberikan hasil terbaik berdasarkan kerataan warna, ketajaman warna, dan daya serap warna.
Apa Itu Fabric Crayon?
Fabric crayon merupakan pewarna berbentuk batang dengan tekstur lembut yang dirancang khusus untuk diaplikasikan pada bahan kain. Berbeda dari crayon yang digunakan pada kertas, fabric crayon dapat dipanaskan atau di-press agar warna yang telah diaplikasikan pada kain menjadi lebih permanen.
Teknik ini termasuk dalam pewarnaan hand painting karena motif dibuat secara langsung menggunakan tangan. Selain praktis, penggunaan fabric crayon memberikan peluang untuk membuat desain yang lebih personal dan memiliki nilai estetika.
Dalam penelitian ini digunakan Pentel Fabricfun Pastel Dye Sticks dengan beberapa kombinasi warna, yaitu yellow no.12, orange no.3, yellow green no.17, blue green no.16, dan vandyke brown no.29.
Perbedaan Jenis Kain yang Digunakan
Penelitian menggunakan tiga jenis bahan rajut (knitted) yang umum digunakan untuk T-shirt. Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dapat menghasilkan respons warna yang berbeda pula.
Cotton Combed
Cotton combed memiliki kandungan sekitar 99,9% cotton. Seratnya relatif halus, permukaan rajutan lebih rata, serta memiliki kemampuan menyerap yang tinggi.
Karakteristik tersebut membuat cotton combed dapat memberikan hasil warna yang lebih merata dan jelas. Selain itu, bahan ini juga dikenal nyaman digunakan karena mampu menyerap keringat dengan baik.
Tetoron Cotton
Tetoron cotton yang digunakan dalam penelitian memiliki kandungan 82% cotton dan 18% tetoron. Dibandingkan cotton combed, kemampuan menyerap warnanya lebih rendah.
Campuran serat tersebut membuat hasil pewarnaan fabric crayon pada bahan ini tidak sebaik cotton combed. Beberapa bagian motif dapat terlihat kurang merata.
Polyester Campuran
Polyester campuran yang digunakan memiliki kandungan 33% cotton dan 67% polyester. Bahan ini memiliki karakteristik serat sintetis yang cenderung memiliki daya serap lebih rendah dibandingkan cotton.
Akibatnya, warna fabric crayon dapat kurang tajam dan pada beberapa bagian lebih mudah merembes setelah proses pressing.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pewarnaan fabric crayon pada T-shirt berbahan cotton combed, tetoron cotton, dan polyester campuran.
Kedua, penelitian bertujuan menentukan jenis bahan yang menghasilkan pewarnaan terbaik berdasarkan tiga aspek, yaitu:
- kerataan warna;
- ketajaman warna; dan
- daya serap warna.
Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan dalam memilih bahan untuk produk fashion yang menggunakan teknik fabric crayon.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode komparasi, yaitu membandingkan hasil pewarnaan pada tiga jenis bahan yang berbeda.
Penelitian dilakukan di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. Pelaksanaannya dimulai pada September 2014 dan berlangsung hingga penelitian selesai.
Objek penelitian berupa T-shirt anak dengan ukuran size 6 untuk usia sekitar 5–6 tahun. Desain T-shirt menggunakan siluet T, garis leher bulat, lengan licin, dan warna dasar putih.
Motif yang digunakan adalah bunga matahari dengan tujuh kelopak, tangkai, dan dua daun. Agar hasil perbandingan lebih terkontrol, desain motif, warna, alat, bahan pewarna, ukuran T-shirt, serta orang yang mengerjakan dibuat sama.
Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian. Jumlah observer adalah 30 orang, terdiri dari 5 responden terlatih dari kalangan dosen Tata Busana dan 25 responden semi-terlatih dari mahasiswa Tata Busana.
Selanjutnya, data dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dengan bantuan SPSS 18 pada taraf signifikansi 5%.
Proses Pewarnaan Fabric Crayon
Proses pewarnaan dimulai dengan menentukan desain motif dan membuat pola pada kertas. Setelah itu, permukaan T-shirt disetrika agar rata dan tidak kusut.
Pola kemudian dipindahkan ke bagian baik T-shirt menggunakan kertas karbon. Selanjutnya, motif diwarnai menggunakan fabric crayon sesuai dengan kombinasi warna yang telah ditentukan.
Setelah pewarnaan selesai, motif dilakukan pressing menggunakan mesin press dengan memberikan alas pada bagian permukaan motif. Proses tersebut bertujuan membantu membuat warna lebih permanen dan merata pada kain.
Hasil Pewarnaan Fabric Crayon
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil pewarnaan antara cotton combed, tetoron cotton, dan polyester campuran. Perbedaan tersebut terlihat pada ketiga aspek yang diamati.
Kerataan Warna
Pada aspek kerataan warna, cotton combed memperoleh nilai mean tertinggi sebesar 3,50 dengan kategori baik.
Selanjutnya, polyester campuran memperoleh mean sebesar 2,77, sedangkan tetoron cotton memperoleh mean sebesar 2,10. Keduanya termasuk kategori cukup baik.
Cotton combed menghasilkan warna yang lebih merata dan tidak banyak menimbulkan bercak atau bagian belang pada motif. Sebaliknya, pada tetoron cotton terdapat bagian motif yang kurang terwarnai. Sementara itu, polyester campuran menunjukkan beberapa bagian warna yang kurang merata.
Hasil analisis statistik juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Nilai Fhitung sebesar 25,821 lebih besar daripada Ftabel sebesar 3,10, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
Ketajaman Warna
Pada aspek ketajaman warna, cotton combed kembali memperoleh hasil terbaik dengan mean 3,46 dan kategori baik.
Polyester campuran memperoleh mean 2,66, sedangkan tetoron cotton memperoleh mean 2,43. Kedua bahan tersebut berada dalam kategori cukup baik.
Warna pada cotton combed terlihat lebih jelas, batas motif lebih tegas, gradasi lebih terlihat, dan kombinasi warna tampak lebih cerah. Sebaliknya, pada tetoron cotton dan polyester campuran terdapat warna yang lebih mudah merembes sehingga ketajaman motif berkurang.
Hasil uji statistik menunjukkan Fhitung sebesar 16,848, sedangkan Ftabel sebesar 3,10. Nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada ketajaman warna.
Daya Serap Warna
Daya serap warna juga menunjukkan perbedaan di antara ketiga bahan. Cotton combed memperoleh mean tertinggi sebesar 3,36 dan termasuk kategori baik.
Polyester campuran mendapatkan mean 2,53, sedangkan tetoron cotton memperoleh mean 2,16.
Hasil pengujian laboratorium menunjukkan daya serap bahan sebesar 98,8% untuk cotton combed, 94% untuk tetoron cotton, dan 98% untuk polyester campuran.
Cotton combed mampu menyerap warna dengan baik sehingga warna pada motif tidak mudah merembes keluar. Sebaliknya, bahan dengan kandungan serat sintetis lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan penyerapan warna yang berbeda.
Secara statistik, Fhitung sebesar 28,525 lebih besar daripada Ftabel sebesar 3,10, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan pada daya serap warna.
Perbandingan Hasil Ketiga Bahan
Hasil penelitian dapat diringkas dalam tabel berikut:
| Aspek Penilaian | Cotton Combed | Polyester Campuran | Tetoron Cotton |
|---|---|---|---|
| Kerataan warna | 3,50 | 2,77 | 2,10 |
| Ketajaman warna | 3,46 | 2,66 | 2,43 |
| Daya serap warna | 3,36 | 2,53 | 2,16 |
| Kategori umum | Baik | Cukup baik | Cukup baik |
Berdasarkan ketiga aspek tersebut, cotton combed secara konsisten memperoleh nilai tertinggi. Hasil keseluruhan menunjukkan nilai mean 3,44 dengan kategori baik.
Sementara itu, tetoron cotton memperoleh nilai keseluruhan 2,23, sedangkan polyester campuran memperoleh nilai keseluruhan 2,65. Kedua bahan tersebut berada dalam kategori cukup baik.
Mengapa Cotton Combed Memberikan Hasil Terbaik?
Cotton combed menjadi bahan terbaik dalam penelitian ini karena karakteristik seratnya mendukung proses pewarnaan fabric crayon.
Kandungan cotton yang sangat tinggi membuat bahan memiliki kemampuan menyerap warna dengan baik. Selain itu, permukaan kain yang relatif rata membantu warna menyebar secara lebih merata.
Hasil akhirnya terlihat dari warna motif yang lebih jelas, tidak mudah merembes, serta memiliki kombinasi warna yang lebih cerah. Oleh karena itu, cotton combed mampu memenuhi kriteria pada aspek kerataan, ketajaman, dan daya serap warna.
Penerapan Fabric Crayon pada Produk Fashion
Teknik fabric crayon tidak hanya dapat diterapkan pada T-shirt. Teknik ini juga berpotensi digunakan pada berbagai produk berbahan kain, seperti tas serut, tas kain, bantal, topi, kerudung, dan produk fashion lainnya.
Namun, pemilihan bahan tetap perlu diperhatikan. Berdasarkan penelitian ini, kain berbahan cotton lebih direkomendasikan apabila tujuan utamanya adalah menghasilkan warna yang mudah terserap dan tidak mudah merembes keluar dari motif.
Selain bahan, kerapian proses pewarnaan, teknik pressing, serta pemilihan kombinasi warna juga perlu diperhatikan agar hasil akhirnya lebih menarik.
Informasi Penelitian
Judul: Perbedaan Hasil Pewarnaan Fabric Crayon pada T-Shirt Berbahan Cotton Combed, Tetoron Cotton dan Polyester Campuran
Penulis: Nur Afifah
Institusi: Universitas Negeri Surabaya
Tahun: 2016
Aspek yang dinilai: Kerataan warna, ketajaman warna, dan daya serap warna
Pewarna: Pentel Fabricfun Pastel Dye Sticks
=====
Wujudkan kebutuhan pakaian custom Bapak/Ibu bersama Adhinata Konveksi, pilihan untuk pembuatan kaos dan berbagai jenis seragam sesuai kebutuhan.
Adhinata Konveksi menyediakan:
- Pembuatan kaos custom untuk berbagai kebutuhan.
- Pembuatan seragam kerja, sekolah, dan olahraga.
- Layanan desain dan sablon sesuai kebutuhan.
- Jasa jahit dan makloon untuk produksi.
Dengan jahitan yang rapi, pilihan produk yang beragam, serta layanan pengiriman ke seluruh Indonesia, Adhinata Konveksi siap membantu memenuhi kebutuhan kaos dan seragam Bapak/Ibu.
Informasi & Pemesanan:
Admin 1: 085217328032
Admin 2: 081973751833
