Pakaian memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan tubuh saat berolahraga, terutama di lingkungan yang panas. Jenis bahan pakaian dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengeluarkan panas dan keringat. Karena itu, pemilihan bahan pakaian menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan aktivitas fisik.

Penelitian yang dilakukan oleh Arnes Faradilla, Faradila Ananda Yul, dan Novenda K. Putrianto membandingkan bahan katun dan poliester untuk mengetahui pengaruhnya terhadap respons fisiologis dan psikologis manusia saat berolahraga di lingkungan panas.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan mengetahui respons fisiologis dan psikologis manusia ketika menggunakan bahan pakaian yang berbeda saat berolahraga di lingkungan panas.

Secara khusus, penelitian membandingkan kemampuan bahan katun dan poliester dalam menyerap serta menguapkan keringat. Selain itu, penelitian juga mengamati bagaimana responden merasakan kondisi tubuh selama olahraga dan masa pemulihan.

Pengaruh Pakaian terhadap Suhu Tubuh

Pakaian berfungsi sebagai penghalang antara tubuh dan lingkungan. Pada kondisi panas, pakaian dapat memengaruhi proses penguapan keringat dan pelepasan panas tubuh.

Kemampuan kain dalam mengatur kelembapan berkaitan dengan permeabilitas udara dan uap air. Semakin baik kemampuan bahan dalam mentransfer kelembapan, semakin besar pula peluang tubuh untuk mempertahankan kenyamanan selama berolahraga.

Namun, setiap jenis kain memiliki karakteristik yang berbeda. Katun dikenal memiliki kemampuan menyerap air yang baik, sedangkan poliester banyak digunakan pada pakaian olahraga karena memiliki kemampuan menguapkan keringat yang relatif baik.

Perbandingan Katun dan Poliester

Penelitian membandingkan karakteristik bahan katun dan poliester berdasarkan permeabilitas udara dan uap air.

Jenis bahanAir permeabilityWater vapor permeability
Katun 94% + Elastane 6%327,16 mm/s134,2 g/m²
Poliester 93% + Elastane 7%528,15 mm/s793,8 g/m²

Berdasarkan data tersebut, poliester memiliki permeabilitas udara dan uap air yang lebih tinggi dibandingkan katun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa poliester memiliki kemampuan transfer udara dan uap air yang lebih besar.

Sementara itu, katun memiliki karakteristik penyerapan air yang baik. Oleh karena itu, kedua bahan memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda ketika digunakan untuk aktivitas olahraga.

Metode Penelitian

Penelitian dilakukan terhadap empat orang laki-laki yang menggunakan dua jenis pakaian dengan bahan berbeda, yaitu katun dan poliester.

Pengujian dilakukan pada lingkungan dengan temperatur 30°C. Setiap responden melakukan olahraga menggunakan treadmill dengan kecepatan 7 km/jam selama 30 menit.

Selama pengujian, responden melakukan treadmill selama 10 menit kemudian beristirahat selama 5 menit. Siklus tersebut dilakukan selama periode olahraga. Setelah itu, responden menjalani proses pemulihan selama 30 menit sebanyak dua kali.

Melalui pengujian tersebut, peneliti dapat membandingkan kemampuan kedua bahan dalam menyerap dan menguapkan keringat serta mengetahui respons psikologis responden.

Hasil Penelitian Bahan Katun dan Poliester

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik antara pakaian berbahan katun dan poliester.

Kemampuan Menyerap Keringat

Pada saat berolahraga, bahan katun memiliki kemampuan menyerap keringat lebih tinggi dibandingkan poliester.

Karakteristik tersebut membuat katun mampu menyerap kelembapan dari tubuh dengan baik. Akan tetapi, kemampuan menyerap keringat yang tinggi tidak selalu berarti kain lebih cepat kering.

Kemampuan Menguapkan Keringat

Selama proses pemulihan, bahan poliester memiliki kemampuan evaporasi keringat yang lebih baik dibandingkan katun.

Dengan kemampuan tersebut, pakaian poliester cenderung lebih cepat kering setelah terkena keringat. Kondisi ini menjadi salah satu alasan poliester banyak digunakan sebagai bahan pakaian olahraga.

Respons Psikologis Responden

Selain mengukur karakteristik bahan, penelitian juga mengamati respons psikologis responden.

Ketika menggunakan pakaian berbahan katun saat berolahraga, responden merasakan tubuh lebih panas, basah, dan banyak berkeringat. Sebaliknya, poliester memberikan kondisi yang relatif lebih nyaman karena keringat lebih mudah mengalami proses penguapan.

Katun dan Poliester untuk Olahraga

Pemilihan bahan pakaian olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi aktivitas dan lingkungan. Katun memiliki keunggulan dalam menyerap keringat sehingga dapat memberikan kemampuan penyerapan kelembapan yang baik.

Di sisi lain, poliester lebih unggul dalam proses penguapan keringat. Karena itu, bahan poliester cenderung lebih cepat kering dan dapat memberikan kenyamanan lebih baik selama aktivitas olahraga.

Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa poliester lebih nyaman digunakan untuk olahraga di lingkungan panas berdasarkan kemampuan penguapan keringat dan respons psikologis responden.

Sumber Penelitian

Faradilla, Arnes, Faradila Ananda Yul, dan Novenda K. Putrianto. “Pengaruh Jenis Bahan Pakaian terhadap Respon Fisiologi dan Psikologi Manusia pada Saat Berolahraga di Lingkungan Panas.” Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer, Vol. 07 No. 26, April–Juni 2018, hlm. 191–192.

=====

Wujudkan kebutuhan pakaian custom Bapak/Ibu bersama Adhinata Konveksi, pilihan untuk pembuatan kaos dan berbagai jenis seragam sesuai kebutuhan.

Adhinata Konveksi menyediakan:

  1. Pembuatan kaos custom untuk berbagai kebutuhan.
  2. Pembuatan seragam kerja, sekolah, dan olahraga.
  3. Layanan desain dan sablon sesuai kebutuhan.
  4. Jasa jahit dan makloon untuk produksi.

Dengan jahitan yang rapi, pilihan produk yang beragam, serta layanan pengiriman ke seluruh Indonesia, Adhinata Konveksi siap membantu memenuhi kebutuhan kaos dan seragam Bapak/Ibu.

Informasi & Pemesanan:
Admin 1: 085217328032
Admin 2: 081973751833